Aku menulis untuk dia (tears don’t fall)
Bingung...!! kemana aku harus berkata
Disimpossible kalo aku jujur langsung
Pertemuan 60 detik aja bagai angin sepoi berlalu dan PERCUMA, apalagi berbicara
Jadi, “terpaksa” aku tulis ini lewat media
Terserah dia menilai ini lebay, alay, atau nggak penting
Pertama, aku capek
Capek mencari sosok seperti dia
Toh ada, malah aku menyakiti mereka yang aku mau biar seperti dia
Mungkin aku udah jahat terlalu menuntut, terlalu “bodoh” menyamakan orang harus sama
Huft,,, forgive me...
Kedua, aku capek
Capek mengikuti langkah hidupnya yang “sebenarnya” nggak jelas di pandanganku
Ok, dulu dia memang bisa “menghipnotisku” jadi manusia berprestasi
Tapi sekarang aku lebih merasakan bangga bisa meraih prestasi tinggi karena diri sendiri BUKAN alasan untuk bisa seperti dia
Ketiga, aku capek
Capek mencari celah untuk bisa mendapat gravitasinya
Tapi nyatanya, aku tidak dipedulikan
Mungkin aku terlalu sombong, aku anggap ini gampang
Dan sekarang aku kudu merasakan bagaimana berjuang, bagaimana memahami, mengerti dan bersabar,..
Dan aku tidak menyalahkannya..
Keempat, aku capek
Capek menyetarakan hidup dengannya
Mungkin dia memang udah ditakdirkan hidup serba OKE
Aku percaya, usaha bisa mengubah nasib
Tapi aku sadar, mengubah nasib nggak hanya butuh satu “patokan”
Aku harus berkiblat dengan yang lain pula, yang lebih baik
Dan tentunya biar hidup nggak cuma jadi “hitam putih”
Kelima, aku capek
Capek lewat rumahnya terus, berharap bisa menyapa
Hasilnya nihil
Keenam, aku capek
Capek super capek menunggu keajaiban dia datang menghampiriku
Bagai cerita dongenglah...
Walaupun aku cuma bisa berdoa
Ketujuh, aku capek
Membohongi perasaan sendiri
Menghibur diri sendiri
Mencoba hilang ingatan
HANYA karena diaa..?? aarrgh
Nggak ada yang tahu dengan perasaanku, karena aku nggak pernah berkata ke siapa pun (kecuali dia)
Aku pengen nangis sekeras mungkin ampe air mataku kosong, sayangnya aku udah menangis.
Dia nggak tahu, aku sempat beristirahat melupakannya
Eh ternyata tempat peristiratahanku tak layak dipertahankan, tak bisa diandalkan
Tapi terima kasih...
Kegilaan apa yang membawaku seperti ini?? Aku tidak tahu
Karena hanya mengikuti perasaan, tapi sekarang otakku di bagian logika udah “menyala”
Aku pengen lepas dari bayangan dia, dari apapun semua tentangnya
EVERYTHING ABOUT HIM
Emm kalian, terima kasih udah bantu aku banyak yang serba “sulit”
Yang muter-muter karena ambisi
Yang udah bela-belain ngorbanin waktu buat aku istirahat, mengeluh, dan banyak pokoknya
Sekarang STOP..!!
Kalian lebih baik jadi pagar penghalangku, biar pikiranku nggak nembus keluar ke arah dia
Itu membuatku lebih nyaman
Thanks to all..
Beri aku waktu 5 menit untuk menangis yang terakhir.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar