Senin, 09 Maret 2015

Sederhana & Bermakna

Hidup...kehidupan...apapun selama kita masih bernyawa, segala sesuatu yang ada dalam prosesnya, bagaimana menjalaninya, seperti apa yang selayaknya, apa yang menjadi alasan mempertahankannya, sebagaimana tujuannya...inti dari semua adalah sederhana & bermakna.

Sederhana.
Tidak mewah, tidak mencolok, tidak banyak ba-bi-bu, tidak ada sensasi, tidak berlebihan, tidak angkuh, tidak serakah, tidak harus terkenal.

Bermakna.
Ada arti, ada manfaat, ada kesan, ada tujuan, ada kesempatan, ada keseimbangan, ada kenangan, ada kejelasan, ada pengertian, ada hubungan.

Hidup ini hanya sementara. Kekalnya bukan di dunia. Dengan kata sederhana & bermakna, semoga kelangsungan hidup ini bisa menjadi ujung bahagia. Karena ingat, hidup di dunia ini berujung, ada batas sesuai jatah umur.

Antara air dan darat, antara langit dan bumi, antara siang dan malam, antara kaya dan miskin, antara sakit dan sehat, antara hidup dan mati. Tuhan yang mengatur. Tuhan sudah mengatur. Tuhan selalu mengatur untuk makhluk-Nya.

Jumat, 06 Maret 2015

Baca mention, baca berita. Pagi semua.

Masih pagi...
Terlalu pagi pula jika kerjaan rumah udah kelar dan bisa buka blog sembari santai di beranda rumah. Alhamdulillah..
Pagi ini, kita awali dengan berita-berita yang di twitter (jaman peralihan dari koran ke twitter buat baca berita hehehe).
Yang masih hot news ada berita tentang begal-begal kekinian, batu akik populernya yang melebihi batu bata, sama emm ini nih pengedar narkoba "bali nine" yang akan dieksekusi hukuman mati. Nah..!! Kalo berita koruptor sih udah tiap hari ya, ampe jenuh bacanya. Mbuleeeet.

Guys??? Aku nggak bahas beritanya satu-satu. Enggak. Aku mau flashback apa yang aku baca semalem, akun twitter The Temper Trap ikut berargumen tentang berita hukuman mati pengedar narkoba kaarreennaa....ayo siapa yang tahu The Temper Trap?? Itu tuh band indie Australia yang vokalisnya orang Indonesia, wajah Indonesia banget (nggak tahu siapa namanya) mas nya asli maluku (kalau nggak salah). Secara, tersangka pengedar narkoba jaringan Bali Nine ada 2 warga negara Australia.

Udah dari kemarin, kemarin, dan kemarinnya lagi (sejak bulan lalu) banyak pro-kontra sih, terutama Australia yang bener-bener nolak warganya dihukum mati di Indonesia. Oke fine.
Waktu itu aku pernah nulis tentang koruptor dan berandai dihukum mati, aku kira hukuman mati nggak berlaku kecuali buat penjahat macam teroris. Ternyata kali ini guys, pas presidennya Pak Jokowi, tuh....pengedar narkoba bisa diberlakukan dapet hukuman mati. Bbbrrrr...
Baik, nggak bahas tentang UU dan pasalnya ya. Kembali ke mention The Temper Trap yang jelas banget pake Bahasa Indonesia. Awalnya sempet ga ngeh itu akun The Temper Trap, setelah kedipin mata dua kali nah baru sadar.
Hehe bisa jadi vokalisnya yang nge-tweet atau juga berhubung bahasa Indonesia juga dipake matkul di Australia, tuh admin nya bisa Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Kemungkinan sih..hehe.
Aku nggak koment atau nge-retweet sih cuma jadi inget, dulu waktu Pak Jokowi nyapres akun The Temper Trap dukung beliau. Eh sekarang ada skandal begini, ya mereka pun jadi 'nggak banget' dengan Pak Jokowi.

And now? Sekali lagi aku nggak mau bahas masalah hukum dan hak asasi manusia apalagi hubungan internasional. Hanya itu aja yang aku baca dari sekian berita, dimana posisi aku sebagai followers The Temper Trap dan vokalisnya adalah orang Indonesia pula, emm entah kabar sang vokalis sekarang bagaimana di sana moga aja sih semua baik. Hubungan Indonesia dan Australia juga baik. Amin  :)

Yukk dengerin lagunya The Temper Trap dulu, favoritku sih Sweet Dispotition yang jadi soundtrack film 500 Days of Summer dan sempet jadi backsound iklan mobil juga di Indonesia. Hehehe check this out.

Senin, 02 Maret 2015

Berharaplah pada Tuhan

Langkah gontai yang seakan sedang berpijak di satu keyakinan, kemantapan hati, pada seseorang seakan mampu berdiri tegap walau angin menerpa dengan kencang.

Langkah kecil yang maju perlahan, seakan mendapat singgasana tepat dan layak.
Langkah demi langkah semakin mantap.
Tidak menoleh belakang, tidak pula berhenti di tengah arena yang telah disediakan.

Dan, jika pada satu tikungan harus mendapat cobaan sebuah pertanyaan, akankah langkahmu yakin benar menuju pada seseorang itu yang selama ini ada di benakmu atau...selama ini kau ikuti instingmu?
Yakin? Insting? Benar?

Apalah semua tanya itu, apalah juga langkahku melangkah bisa menemukan jawab. Tidak ada yang tahu dimana titik kebenaran begitupun ketepatan.

Dan...bila langkah ini memang harus dilanjutkan, yakinlah ini langkah yang telah ditunjukkan Tuhan.
Berharap hanya pada Tuhan, bukanlah pada seseorang.