Hello guys..
Hehehe pingin ber opini sedikit nih.
Dari pasca baca-baca berita, biasalah.... 😄
Oke, berita hari ini tentang proses UN yang telah terjadi, tentang nilai UN pula dan ujungnya kelulusan.
UN tahun ini emang ga se-horror dulu ya jamanku, tahun 2009. Nilai UN jadi tolak ukur kelulusan, nah sekarang masalah kelulusan dan nilai UN wewenang sekolah bukan paten dari dinkes jadi sekolah bisa menilai tiap siswa secara 'adil'.
Cuma yang jadi wacana.....yang menarik juga buatku.....wapres berpendapat, walaupun nilai UN memang bukan jadi patokan utama kelulusan, janganlah ada guru yang mendongkrak nilai siswa hanya demi reputasi sekolah ataupun instansi pemerintah agar menjadi sorotan memiliki siswa-siswa dengan nilai terbaik LULUS 100%. Yang namanya mendongkrak nilai itu malah hal pembodohan nasional, bukan memberi semangat. Yoiiii bangeeet nih guys.
Lanjut yaaa...
Menurut pak wapres, masalah perbedaan hasil UN (antara sekolah di perkotaan dan daerah) bukan karena perbedaan kurikukulum dan jasa para pahlawan (guru) yang mengajar. Tapi karena pandangan masyarakat yang menganggap 'orang kota emang pasti maju, orang daerah ya gitu-gitu aja'.
Kesimpulan dari pak wapres, itu salah. Orang kota lebih maju karena selalu ingin tahu istilahanya upgrade apa yang terjadi pada perubahan jaman. Sedangkan di daerah lebih pasif, artinya kurang ada kemauan, kurang ada semangat. Nah....ini nyambung juga di berita kolom lain.
Presiden punya program memberikan uang donasi untuk warga kurang mampu setiap desa, dan detail. Berita yang aku baca barusan juga, itu hanya meliput wilayah Demak bisa mencapai dana 5 milyar lebih.
Coba bayangkannnn....
Itu uang jumlahnya tidak sedikit, namun jika dibagi rata tiap KK mereka hanya menerima berapa sih. Apa nggak lebih baiknya bekerja, justru bisa lebih punya penghasilan yang lebih bagus dan lebih banyak. Cumaaaann, anggapan masyarakat sekarang apa? Di desa itu nggak ada lapangan pekerjaan, bisanya cuma bertani dan yaaa kalau hasilnya mumpuni. Jadi masyarakat lebih interest untuk ke kota yang notabene banyak pabrik-pabrik besar, yang mereka anggap kerja itu nggak perlu panas-panasan di ladang, yang mereka tuju adalah gaji rutin per bulan.
Nah di sini, pandangan masyarakat yang perlu diubah. Indonesia banyak sumber daya alam yang bisa diolah, kamu sekolah, kamu pintar, bisa berwirausaha dengan apa yang ada di lingkungan malah jadi berkah.
So? Dari UN aja deh, tolak ukur usaha tiap individu dari situ. Yang melibatkan masyarakat banyak, yang masyarakat inginkan generasi seperti apakah yang jadi penerus sesepuh nanti, seperti apakah mental anak muda Indonesia sekarang ini.
Jadi, semangat buat adek-adek. Nilai hanya sebuah nilai, yang penting ideologi dan implementasimu ada buat lebih maju dan kreatif. Semangaaattt..!!!