Senin, 17 Oktober 2011

Titik jenuh

Kenapa semua berjalan begitu cepat

Berjalan begitu cepat tidak seperti yang kusangka

Yang kusangka tak seperti yang aku pikirkan

Yang tak aku pikirkan kenapa bisa terjadi

Dan yang terjadi seperti ini??

Membasuh senyum di wajah hanya sementara

Membekaskan luka di hati dalam waktu yang lama

Meninggalkan kenangan yang ragu untuk dikenang
 
Melupakan mimpi dan cita baru

Sudah mencapai titik jenuh ku merasa

Berbelas kasih dan berkasih sayang

Sebenarnya..
Perasaanku bukan alat tukar, bukan sebagai batu loncatan

Perasaanku hanya kiasan untukmu

Tak akan nyata kembali sampai kapanpun

Sudah mencapai titik jenuh ku merasa

Sayu mata yang merengek padaku tentang hal itu

Mengulang semua kata yang sama, keinginan yang sama

Ambisi yang terlalu kuat egonya

Dan semua tak terlihat seperti tertutup awan tebal

Matahari yang bersinar itu hanya dari efek lampu pijar

Udara hangat yang menyapa ternyata dari bara api yang belum sempat padam

Kenapa tak berpikir sejauh ini di balik semua?

Ketika ku tersadar, seperti terjatuh dari atap rumah tanpa alas jerami

Tak terlalu keras.

Hanya, benturan hebat yang kurasa sangat tidak mengenakkan

Waktuku sekarang cukup terbuang menyembuhkan luka

Walau hanya luka memar tak perih

Tapi sangat linu, dan..

Seandainya kalian tahu
Sudah mencapai titik jenuh ku merasa


Tidak ada komentar:

Posting Komentar