Siang itu...aku ingin menghilangkan penat. Aku coba untuk jalan-jalan keluar rumah, entah ke mall, ke pasar, ke toko buku, ke jalan raya, ke tempat makan, ke mana sajalah yang pasti tempat halal. Walaupun cuaca sangat panas, hiruk pikuk kendaraan mencemari udara, yiaaahhh tak mengurungkan niatku. Kalo emang udah niat, ya niat aja panas2an. Aku nikmati...aku anggap teriknya matahari adalah penghangat tubuh untuk mengusir masuk angin, ya..memang lagi musim masuk angin pula karena cuaca tak menentu.
Ketika itu.. pada suatu tempat, tanpa sengaja aku berjumpa mereka. Mereka berjalan berdua, begitu serasi...begitu mempesona. Seorang pria tampan dan seorang wanita cantik. Mereka sepasang kekasih, kakak kelasku saat SMA. Tak terduga, kami sedikit berbincang, saling bertanya kabar dan keadaan serta kesibukan. Lama tak jumpa, lama tak sapa, membuat kami sedikiiiitt...pangling bisa dikata. Kabar gembira dari mereka, keduanya telah lulus kuliah dan bekerja. Wajar, mereka lulus duluan, karena kuliahnya pun lebih duluan. Dari aku...
Begitu singkat pertemuan itu, karena aku harus melanjutkan berkelana mecoba cari hal yang menyenangkan. Sambil mendengarkan musik, aku menuju ke taman. Hmm...rasanya masih ingin senyum bahagia pasca pertemuan dengan mereka baru saja. Rasanya sosok lembut wanita itu, senyum manisnya, keramahan pria itu, wanita itu, yang benar2 jadi maskot jaman SMA dulu, benar2 terus terbayang dalam langkahkuuuu...dalam hatiku berkata “aku iri melihat kebahagiaan mereka, aku ingin seperti mereka.”
Sekilas...jadi terpikirkan. Mereka hebat. Pasangan yang hebat, menurutku. Bukan masalah berapa lamanya mereka menjalin kasih, tapi prosesnya bagaimana mereka menjaga hubungan saling mencintai bahkan saling menyayangi. Pasti tidak mudah, mereka dulu sangat populer di sekolah. Si pria, banyak yang naksir. Si wanita, banyak penggemar. Mereka tenar. Bahkan dulu pernah mereka diterjang gosip huru-hara dan problem besar2an di sekolah, sampai ada sanksi berat, toh aku melihatnya tadi!! mereka MASIH BERSAMA. Bagaimana bisa? Bagaimana dengan aku?
Bagaimana dengan aku, kisahku, atau kisah2ku? Masa laluku? Ah, bukan apa2nya. Enggan sekali untuk diingat, apalagi dibahas ulang. Aku yang dulu, aku yang masih “pasang surut” dalam proses menjalin kasih dengan seseorang. Aku yang dulu, penuh egois, penuh emosi, penuh curiga, prasangka dan pemegang teguh keistimewaan, kesempurnaan, untuk mewujudkan segala cinta. Sangat berlebihan. Aku mencoba sedikit meng-analogikan mereka denganku, sekali lagi sebenarnya aku tak ingin teringat masa lalu, tapi mungkin kadang ini perlu untuk instropeksi diri. Usia mereka sama, aku juga pernah menjalin hubungan dengan laki-laki yang se-usia, yang aslinya kami sama2 labil, belum bisa mengatur emosi, yang sama2 egois, penuh prasangka yang paling parah, kalau kalau ada orang ketiga datang tak dijemput pergi tak diusir, berkobarlah api kemarahan yang ujungnya beujung simpulan “kamu selingkuh”. Padahal ga ada bukti.
Lain lagi, namanya juda beda gender, beda jenis kelamin, beda kubutuhan, beda keperluan, DAN SAMA-SAMA BUTUH PRIVASI. Tapi apa yang terjadi, sering kami berujung menyimpulkan dengan simpulan “kamu ga care, sok sibuk”. Mereka tidak seperti itu. Kuliah pun mereka beda jurusan, tapi tidak ada tanda2 saling tuduh menuduh. Beda sekaliiii...
Kenapa dulu aku tidak bisa seperti mereka? Padahal kisah kami pun mulainya di waktu yang sama. Yaaahh...semua itu memang tergantung bagaimana individu menyikapi. Aku melihat, mereka saling memotivasi. Sedangkan aku?? hmmm hanya mengejar ambisi untuk memiliki. Porsi yang berbeda, tentu ujungnya akan berbeda. Kali ini, aku masih teringat senyum mereka, senyum kelanggengan hubungan yang pasti mereka bangga memperlihatkan di depanku, aku pun bangga dengan mereka, aku pun ikut senang melihatnya. Dalam batinku, “semoga, seseorang lagi yang akan kutemui nantinya, bisa bekerja sama dengan hatiku, menyambut esok yang lebih baik, yang lebih baik, karna aku tak ingin mengulang kesalahan yang sama, sesuatu yang sama, berarti aku tak melangkah.. Dan itu tidak akan”
Segera kulanjutkan jalan2ku...dan musik yang mengiriku semakin mambuyarkan lamunanku...berjalanlah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar