Rabu, 02 Maret 2011

Ada Apa dengan Rokok..???

Dulu kami sama, . . . suka banget beli jajan. Entah permen, snack, atau lolipop.
Seiring berjalannya waktu, semua suasana berganti secara perlahan. Ada yang lurus, belok ke kiri, ataupun ke kanan. Masalah arah merupakan suatu pilihan. Semakin lama di antara kami semakin tidak saling tahu perkembangan hidup ketika menginjak dewasa kini.
Terang saja buat mereka yang sekarang demen beli rokok, merekalah yang merokok.
Kalian-kalian pasti tahu, rokok hanya untuk orang dewasa. Tapi di jamanku masih kelas 6 SD, harus melihat beberapa teman cowok pergi ke warung beli rokok (yang aku kira kalian disuruh babe atau engkong), eh ternyata dinikmati untuk diri sendiri sambil main yoyo. What..?? 1000 kali mataku ku kucek mereka adalah teman-temanku. Ya sudahlah, itu terserah aku nggak peduli (pikirku).
Yang lebih fenomenal adalah para wanita ikut-ikutan juga, mungkin sekarang udah biasa kalo cewek pun merokok. Entah apa alasan mereka hingga menganggap itu menjadi hal biasa. Apa mungkin karena saking murahnya rokok yang dianggap sebagai “cemilan” kalii yaaa.. aduuhhh...
Tanpa diterawang tanpa dikira-kira, kebiasaan merokok memang berdasar latar belakang yang berbeda. Nggak bisa aku sebutkan satu-satu, intinya hanya kamu mau dan ada niat. Merokoklah....

Rokok, kalian-kalian makin kecanduan hingga sekarang. Kalian udah tahu apa bahayanya rokok, tapi kalian susah buat melepasnya sehari saja. Peristiwa nyata banyak orang sakit macem-macem karena rokok dihadapanmu aja tak bisa buat kalian jera. Aku udah lumayan capek ngajak kalian berpikir tentang efek samping rokok (bukan maksud sok membenarkan), sekarang main logika ajalah. Lo berani merokok, berarti lo berani membunuh secara legal orang-orang di sekitarmu secara perlahan.
Artinya, bagi mereka orang-orang perokok pasif di sekitarmu. Ok, hidup mati emang di tangan Tuhan, tapi dimana kepedulian kalian?? Orang-orang yang kamu sayang kok malah dijadikan “tumbal” asap rokokmu...??
Dan, isi dompet mu makin tipis hanya ”dibakar” sia-sia jadi abu. Serta, terutama buat seorang cewek geulis, rokok jangan dianggap lolipop yeeaahh... Ok lah, kalian kelihatan sangar kalo berani merokok, TAPI aku lebih setuju jika seorang wanita itu dikodratkan terlihat anggun BUKANLAH sangar.

But now, perokok semakin banyak aja. Mereka bilang, merokok bisa ngilangin stres, bisa bikin fresh, bisa munculin inspirasi. PREEEETTTT...!!! itu hanya sementara. Jika rokokmu habis, maka stres muncul, nggak fresh, and inspirasi ilang..??? Terus kamu ambil sebatang rokok lagi, lagi, dan lagi begitu seterusnya..?? hehehe nggak lucu. Berarti itu artinya kalian diboongin. Bagai anak kecil aja, kalo nangis dikasih permen diem, dikasih balon, dikasih mainan. Nah kalian..?? Dikasih rokok?? Hmmmm...

Aku nggak akan ngebahas bahaya rokok dari segi kesehatan. NGGAK AKAN AKU ULANG terus-menerus. Karena pasti beberapa dari kami atau mereka udah merasakan sendiri. Yang rata-rata dari kami masih berusia produktif (17-25 tahun), pasti udah ada yang gampang loyo, dikit-dikit capek, batuk-batuk, sesak napas, tubuh tuh kayak “digerogoti” semut, jantung terutama beuh....cekot-cekot.
Buanyaklah.... eh eh ada lagi, wajah-wajah kami yang merokok pun jadi terlihat lebih tua, layu gitu, jerawatan, atau kering kerontang. Nggak menarik ya. Sadar nggak lo, dulu kalian immmuuuuutttt banget waktu suka makan lolipop, dan sekarang???

Tapi aku semakin tahu, kalian pun semakin berat untuk berhenti merokok. Minimal berhenti kalo ada yang punya pacar nggak suka perokok (di belakang pacar menyalakan api kembali), atau duit lagi limit, dan mungkin pas di jam sekolah and kuliah.
Dan aku sadar, banyak di antara kalian yang udah bosan dikasih ceramah untuk STOP MEROKOK, NO SMOKING. Tapi apa kalian paham..?? Mereka yang melarangmu punya maksud yang baik, yang mungkin larangan-larangan itu terdengar “basi” di telinga. Minimal kalian tahu lah, sebenarnya mereka punya rasa prihatin jika tiap hari harus melihatmu menghisap asap beracun itu... BUKAN KEBANGGAAN.

Namun, berhubung kekebalan tiap orang berbeda, kebiasaan merokok emang susah banget “dipangkas”. Banyak yang menggerutu “percuma diingatkan, toh mereka emang perokok kalo nggak ada rokok sehari aja kayak nggak bisa napas”. Bagi saya, silahkan... Itu merupakan hak individu untuk memilih. Cuma yang disayangkan adalah kepedulian dari perokok-perokok itu dengan lingkungan. Sangat minim.....

Aku yakin kalian udah tahu, manfaat merokok tak sebanding dengan kerugiannya. Emm 1 : 99 kalo diitung pake skala perbandingan. Kalian nggak perlu banyak berpikir, butuh ilham, atau pake cara apalah buat berhenti merokok. Kesadaran pun udah ada, juga nggak “dinyalakan”. Iya kan..??
Sekarang nikmatilah bagaimana keadaanmu ketika sebelum dan sesudah/saat menikmati ROKOK. Rasakan baik-baik, dengan seksama. Ketika itu, apakah ada sesuatu darimu menjadi bertambah baik..?? dari segi kesehatan, jiwa, dan materi..?? Lalu, simpulannya seberapa pentingnya keindahan dan kesempurnaan tubuhmu dari Sang Pencipta jika harus RUSAK karena satu batang rokok..???

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar