what can I do?
Ingatkah..??? berdasarkan letak Indonesia yg stategis itu, Indonesia memiliki banyak julukan.
Pertama, Indonesia adalah negara maritim.
Artinya, sebagaian besar wilayah Indonesia adalah perairan. Jelas banget, Indonesia punya buanyyyyyaaaaaaakkk pulau yg benar-benar tersebar dari pulau yg paling besar (Kalimantan), ampe pulau yg kecil-kecil (contoh : kepulauan seribu). Kalo begitu, apakah di negara kita penduduknya sebagian besar adalah nelayan? Memang ada, dan terutama penduduk yg tinggal di daerah pantai.
Sempatkah kita tersadar, nelayan di Indonesia sejahtera nggak?? Kalo, keadaan nelayan di Indonesia digambarkan seperti ayahnya Lintang dalam film Laskar Pelangi, benar2 memprihatinkan..!! Betapa susahnya hidup mengarungi laut hingga nyawa adalah taruhannya. Subhanallah, orang2 seperti itu pantang menyerah demi memperbaiki keadaan ekonomi keluarga. Faktanya LAUT Indonesia kaya SDA, namun jika masyarakat belum bisa membudidayakan dgn baik dan benar, sedikit manfaat yg di dpt. Blm lagi, ada org2 jail dari negara2 sekitar yang berani “nyolong” ikan di laut.
Artinya, sebagaian besar wilayah Indonesia adalah perairan. Jelas banget, Indonesia punya buanyyyyyaaaaaaakkk pulau yg benar-benar tersebar dari pulau yg paling besar (Kalimantan), ampe pulau yg kecil-kecil (contoh : kepulauan seribu). Kalo begitu, apakah di negara kita penduduknya sebagian besar adalah nelayan? Memang ada, dan terutama penduduk yg tinggal di daerah pantai.
Sempatkah kita tersadar, nelayan di Indonesia sejahtera nggak?? Kalo, keadaan nelayan di Indonesia digambarkan seperti ayahnya Lintang dalam film Laskar Pelangi, benar2 memprihatinkan..!! Betapa susahnya hidup mengarungi laut hingga nyawa adalah taruhannya. Subhanallah, orang2 seperti itu pantang menyerah demi memperbaiki keadaan ekonomi keluarga. Faktanya LAUT Indonesia kaya SDA, namun jika masyarakat belum bisa membudidayakan dgn baik dan benar, sedikit manfaat yg di dpt. Blm lagi, ada org2 jail dari negara2 sekitar yang berani “nyolong” ikan di laut.
Kedua, Indonesia dikenal sebagai negara agraris.
Yg berarti sebagian besar mata pencaharian penduduk Indonesia adalah petani. Nah, lihat di tahun 2010 ini, kok sepertinya Indonesia jadi negara pabrik ya? (terutama di kota).
Sebagaian penduduknya bekerja sebagai pengembang industri dan kemajuan IPTEK. Ok lah di kota, bagaimana dengan yang di desa..??? mereka malah memilih jalan merantau ke kota atau ke daerah lain, terutama bagi pemuda. Why..?? bukankah menjadi seorang petani di desa juga ok??
But, lihat sekarang. Tanah perkebunan dan pertanian di desa ternyata banyak juga yang telah menjadi milik para “saudagar”.
Sehingga orang-orang yang di desa hanyalah “bekerja” untuk tetap “menghidupkan” tanah2 pertanian dan perkebunan itu. Kalo toh berkebun milik sendiri, mingkin hanya pekarangan kecil di samping rumah. Padahal mereka punya skill bercocok tanam tanpa menjadi seorang sarjana pertanian. Tapi kenapa harus berada dalam “kurungan kecil” untuk bertani??
Ketiga, “orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat, kayu, dan batu jadi tanaman” by Koes Plus.
Apa itu artinya?? Nandur tanduran opo wae ning ndi wae, mesti urip (menanam tanaman apa saja dimana saja, pasti tumbuh). Tinggal lempar biji kedondong, rambutan, mangga di tanah Insya Allah bisa tumbuh. Iya kan..?? terus kenapa hutan kita semakin gundul, ampe berakibat banjir, tanah longsor?? Kenapa bukit-bukit menjadi gersang?? Dan parahnya lagi, perkotaan tidak ada yang “berwarna hijau”.
Apa mungkin generasi sekarang tidak punya hobby bertanam menanam? Selaluuu saja nunggu pemerintah memberi peringatan MARI MENANAM 1000 POHON, mari hijaukan kota. Bagaimana dengan inisiatif kita tiap individu?? Karena malas, tidak sempat, atau memang mendingan “manut” komando pemerintah saja. Sayang seribu sayang, padahal di sekolah juga sudah diterapkan untuk kita bisa mandiri menghijaukan lingkungan, dari hal-hal kecil lah seperti menanam bunga di pot. Tapi jika dewasa ini tidak ada yang peduli, sudah menjadi kesalahan besar dalam hidup kita mengabaikan kehijauan bumi.
Apa itu artinya?? Nandur tanduran opo wae ning ndi wae, mesti urip (menanam tanaman apa saja dimana saja, pasti tumbuh). Tinggal lempar biji kedondong, rambutan, mangga di tanah Insya Allah bisa tumbuh. Iya kan..?? terus kenapa hutan kita semakin gundul, ampe berakibat banjir, tanah longsor?? Kenapa bukit-bukit menjadi gersang?? Dan parahnya lagi, perkotaan tidak ada yang “berwarna hijau”.
Apa mungkin generasi sekarang tidak punya hobby bertanam menanam? Selaluuu saja nunggu pemerintah memberi peringatan MARI MENANAM 1000 POHON, mari hijaukan kota. Bagaimana dengan inisiatif kita tiap individu?? Karena malas, tidak sempat, atau memang mendingan “manut” komando pemerintah saja. Sayang seribu sayang, padahal di sekolah juga sudah diterapkan untuk kita bisa mandiri menghijaukan lingkungan, dari hal-hal kecil lah seperti menanam bunga di pot. Tapi jika dewasa ini tidak ada yang peduli, sudah menjadi kesalahan besar dalam hidup kita mengabaikan kehijauan bumi.
Kesimpulannya... generasi penerus sekarang harus lebih peka dengan alam. Alam Indonesia bisa memberi lapangan pekerjaan untuk kita.
Tak perlu menjadi DOKTER SEMUA, tak perlu mendaftar sebagai pegawai negeri semua, tak perlu lebay.
Kamu punya skill yang tak sehebat professor, tak perlu stress. Lihat alam di sekitar kita, kenapa dihampakan..?? bersyukur kita bisa sekolah, bisa kuliah.
Jadi ilmu yang udah di dapat bisa diterapkan di masayarakat. Kamu nggak perlu lulus dari masa pendidikan dengan ending jadi orang “kantoran”, jadi nelayan? Petani? Ahli pengembang biak tanaman? Why not???. Nggak jauh keren dengan para astronot. Lebih “canggih” lagi, kamu bisa pake ilmu yang berkembang sesuai kemajuan IPTEK untuk menjaga SDA Indonesia. Lo nangkep ikan, ga asal tangkap ga asal ngebom. Lo nanem padi ga asal tanam tanpa tehnik. Lo pengen punya kebun duren ga perlu nunggu 10 tahun pohonnya gede. Tapi kita pake semua ilmu yang udah di dapat dari sekolaaahh.. yang bisa memanfaatkan alam secara efektif dan efisien.
Tak perlu menjadi DOKTER SEMUA, tak perlu mendaftar sebagai pegawai negeri semua, tak perlu lebay.
Kamu punya skill yang tak sehebat professor, tak perlu stress. Lihat alam di sekitar kita, kenapa dihampakan..?? bersyukur kita bisa sekolah, bisa kuliah.
Jadi ilmu yang udah di dapat bisa diterapkan di masayarakat. Kamu nggak perlu lulus dari masa pendidikan dengan ending jadi orang “kantoran”, jadi nelayan? Petani? Ahli pengembang biak tanaman? Why not???. Nggak jauh keren dengan para astronot. Lebih “canggih” lagi, kamu bisa pake ilmu yang berkembang sesuai kemajuan IPTEK untuk menjaga SDA Indonesia. Lo nangkep ikan, ga asal tangkap ga asal ngebom. Lo nanem padi ga asal tanam tanpa tehnik. Lo pengen punya kebun duren ga perlu nunggu 10 tahun pohonnya gede. Tapi kita pake semua ilmu yang udah di dapat dari sekolaaahh.. yang bisa memanfaatkan alam secara efektif dan efisien.
Nggak perlu gengsi menjadi pemuda yang sudah bekerja berlumuran lumpur, tanah liat dan tanpa jas atau dasi. Itu seni... nggak perlu takut kulitnya jadi item karena matahari... hehehehe.
Tunjukkan kalau kita di usia produktif tidak akan menunggu pemerintah membuka lapangan pekerjaan, tapi kita berusaha mandiri YANG KREATIF. Manfaatkan itu semua ke hal-hal yang positif, dijamin deh... bikin BANGGA BANGSA. :D




Tidak ada komentar:
Posting Komentar