Kamis, 31 Desember 2015

Lalu apa selanjutnya

R- Detik waktu berjalan, terombang ambing menunggu kepastian. Hanya bisa diam, tak berkutik, sendiri dalam menanti, satu pertanyaan saja, ya atau tidak.
D- Detik waktu begitu cepat, secepat mengenal dirimu dan sudah pasti aku. Namun, aku harus tahu...yakinkah kau denganku? Aku hanya bisa menerima jawabanmu, lanjut atau berhenti.

R- Langkah semakin jauh, bukanlah menguatkan asa dua insan, namun semua menjadi berubah dan berbeda. Apakah?
D- Persiapan segala materi dan mental sudah ada. Namun ada siapa di antara kita, jika sudah membicarakan orang tua, lalu bagaimana?

R- Sedikit secercah cahaya, pengharapan masih ada pada dirimu. Atas segala sikap baikmu dan selalu memperhatikanku. Mengkhawatitkanku? Tak perlu, aku masih menunggu.
D- Perjuangan kita, yang menjadi dasar di hadapan orang tua. Apakah kau lelah? Aku melihatmu masih ingin berjuang bersamaku.

R- Tapi, ini belum berujung. Penantian yang semakin panjang, yang mudah sekali membuat bimbang. Sabar, sabar, dan sabar. Wanita, hanya bisa menunggu, itu saja.
D- Tapi, ini semakin terjal. Tanda penolakan sangat ketara, bahkan sikapmu juga. Iklas, ikhlas, dan ikhlas. Lelaki harus tegas, kau tahu aku ingin kau bisa.

R- Hingga pada suatu akhirnya. Semua hilang. Melebur dalam kisah lain dan bukan aku sebagai pemeran utama. Ada dia, yang telah sah menjadi pendamping hidupmu. Janur kuning telah melengkung. Lalu, selama ini apa ada yang salah dengan penantianku terhadapmu?
D- Dan pada akhirnya. Kau memilih berhenti, beralih arah dengan yang pemeran pengganti lain. Membangun tujuan hidup dengannya. Cincin tunangan telah melingkar di jari manismu, semanis perjuanganku selama ini di hadapan orang tuamu. Lalu, apa yang menjadi kekuranganku dihadapanmu?

R- Baiklah, aku mengerti.
D- Cukuplah, aku berhenti.

R- Wanita hanya bisa menunggu.
D- Lelaki hanya bisa meyakinkan.

R- Paling tidak, aku setia.
D- Paling tidak, aku berjuang.

R- Kelak, ada yang lebih baik.
D- Kelak, ada yang lebih indah.

R- Tidak menjadi sebuah penyeselan dalam penantian.
D- Tidak menjadi sia-sia dalam perjuangan dan usaha.

R- Semoga, kamu bahagia dengannya.
D- Semoga, dia yang terbaik untukmu.

R&D - Semoga, ini menjadi hikmah untuk bisa menjadi aku yang lebih baik, jika dipertemukan dengan seseorang yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar